<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad Amirullah</title>
	<atom:link href="http://anakpapamama.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anakpapamama.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Seorang Mahasiswa</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 20:52:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='anakpapamama.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d7d2c239ffccc7d97bf8baeabf13a59f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Muhammad Amirullah</title>
		<link>http://anakpapamama.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://anakpapamama.wordpress.com/osd.xml" title="Muhammad Amirullah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://anakpapamama.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>RPBK GAYA BELAJAR</title>
		<link>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/23/rpbk-gaya-belajar/</link>
		<comments>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/23/rpbk-gaya-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 20:47:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amirullah Ibnu Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[RPBK]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[auditory]]></category>
		<category><![CDATA[gaya belajar]]></category>
		<category><![CDATA[kinestetik]]></category>
		<category><![CDATA[rpnk]]></category>
		<category><![CDATA[satlan]]></category>
		<category><![CDATA[tugas kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Visual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakpapamama.wordpress.com/?p=841</guid>
		<description><![CDATA[A.    Pendahuluan Salah satu kewajiban sebagai seorang siswa adalah belajar. Namun banyak diantara siswa yang tidak mampu belajar dengan baik karena tidak mengetahui bagaimana cara belajar yang baik. Sebelum membahas tentang bagaimana cara belajar yang baik, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa pengertian dari belajar. Berikut ini beberapa pendapat ahli mengenai pengertian belajar. Menurut Winkel <a href="http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/23/rpbk-gaya-belajar/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=841&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>A.    </strong><strong>Pendahuluan</strong></li>
</ol>
<p>Salah satu kewajiban sebagai seorang siswa adalah belajar. Namun banyak diantara siswa yang tidak mampu belajar dengan baik karena tidak mengetahui bagaimana cara belajar yang baik. Sebelum membahas tentang bagaimana cara belajar yang baik, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa pengertian dari belajar. Berikut ini beberapa pendapat ahli mengenai pengertian belajar.</p>
<p>Menurut Winkel (belajarpsikologi.com), <a title="belajar" href="http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/" target="_blank">Belajar</a> adalah semua aktivitas mental atau  psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman.</p>
<p>Menurut Ernest R. Hilgard (Sumardi Suryabrata dalam belajarpsikologi.com)  <em><a title="belajar" href="http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/" target="_blank">belajar</a></em>  merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.</p>
<p><a title="Pengertian Belajar" href="http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/" target="_blank">Pengertian Belajar</a> menurut Gagne dalam bukunya <em>The Conditions of Learning</em> 1977, (belajarpsikologi.com) belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.</p>
<p>Moh. Surya (belajarpsikologi.com), <a title="definisi belajar" href="http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli/" target="_blank">definisi belajar</a> adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam<a title="interaksi sosial" href="http://belajarpsikologi.com/pengertian-interaksi-sosial/" target="_blank">interaksinya</a> dengan lingkungan.</p>
<p>Berdasarkan pandangan beberapa ahli di atas kami dapat menyimpulkan bahwa belajar merupakan sebuah proses yang dilakukan secara sadar dan menghasilkan perubahan pada diri seseorang.</p>
<p>Namun terkadang proses belajar yang dilakukan oleh siswa tidak menunjukkan hasil yang maksimal. Seorang siswa yang telah susah payah menghafal dan memahami sebuah pelajaran tidak kunjung berhasil ia lakukan.</p>
<p>Hal ini bisa saja disebabkan karena ia belum mengetahui gaya belajar yang dimilikinya. Setiap inidividu antara yang satu dengan yang lainnya memiliki diversity dalam hal gaya belajar. Ada yang dominan mengandalkan pendengaran (audio), ada yang dominan menggunakan penghlihatan (Visual), ada pula yang lebih dominan menggunakan sentuhan atau praktek langsung (kinestetik) untuk lebih mudah mempelajari suatu hal.</p>
<p>Untuk lebih mengoptimalkan proses belajar maka kita perlu mengetahui termasuk ke dalam tipe manakah kita? Auditori, visual, atau kinestetik? Dengan mengetahu hal tersebut kita dapat menggunakan tehnik-tehnik tertentu untuk mengoptimalkan proses belajar yang kita lakukan dengan harapan hasilnya pun dapat maksimal.</p>
<ol>
<li><strong>B.     </strong><strong>Pelaksanaan</strong></li>
</ol>
<p>-          <strong>Kelas/ Semester          : </strong>X/ I<strong></strong></p>
<p>-          <strong>Alokasi waktu              : </strong>1 x 45 menit<strong></strong></p>
<p>-          <strong>Topic Materi                 : </strong>Menemukan Gaya Belajar (terlampi)<strong></strong></p>
<p>-          <strong>Bidang Bimbingan    : </strong>Bimbingan Pribadi<strong></strong></p>
<p>-          <strong>Fungsi Layanan           : </strong>Fungsi Pemahaman</p>
<p>-          <strong>Jenis Layanan               : </strong>Layanan Informasi</p>
<p>-          <strong>Indikator</strong>                          :<strong></strong></p>
<p><strong>Proses</strong></p>
<ol>
<li>Memahami gaya belajar visual, auditori, dan kinsetetik <strong></strong></li>
<li>Mengidentifikasi gaya belajar yang dimiliki<strong> </strong></li>
</ol>
<p><strong>Hasil  </strong></p>
<ol>
<li>Siswa dapat memahami tentang gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik</li>
<li>Siswa dapat mengetahui gaya belajar yang dimiliki</li>
</ol>
<p>-          <strong> Metode                      : </strong>Ceramah dan Tanya jawab<strong></strong></p>
<p>-          <strong>Alat dan Sumber       : </strong>Buku dan Internet<strong></strong></p>
<p>-          <strong>Penilaian                    : </strong>Perubahan jangka panjang</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>LAMPIRAN</strong></p>
<p>-          <strong>Skenario</strong></p>
<p><strong> </strong>Pendahuluan (10 menit)</p>
<ol>
<li>Berdo’a <em>(agama)</em></li>
<li>Absensi siswa</li>
<li>Menanyakan keadaaan siswa dan memberikan motivasi kepada  siswa agar mengikuti proses bimbingan dengan baik dan tenang.</li>
<li>Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dari proses bimbingan.</li>
</ol>
<p>Inti (25 menit)</p>
<ol>
<li>Guru BK menanyakan kepada siswa apakah ada yang mengetahui tentang apa itu gaya belajar?</li>
<li>Guru BK memberikan pemahaman melalaui ceramah kepada siswa tentang gaya belajar</li>
<li>Guru BK membagikan angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui gaya belajar dari masing-masing siswa.</li>
</ol>
<p>Penutup (10 menit)</p>
<ol>
<li>Menutup proses bimbingan dengan memberikan arahan-arahan dan motivasi</li>
<li>Berdo’a</li>
</ol>
<p align="center">
<p align="center"><strong>MATERI </strong></p>
<p>Cara belajar seseorang adalah kombinasi dari bagaimana ia menyerap, mengatur dan mengolah informasi. Ada sebagian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui indera penglihatan. Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar visual. Ada sebagian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui indera pendengaran (audio/suara). Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar audiotory. Ada pula sebagaian orang yang cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah informasi melalui gerakan tubuh atau demonstrasi.Orang yang cenderung seperti ini memiliki tipe belajar kinestetik . Ada dua kenderungan lain yang mungkin hanya dimiliki sebagian kecil orang, yaitu: 1. tipe olfactory (melalui indera penciuman) dan 2. tipe gustatory (melalui indera perasa) Mengetahui karakteristik tipe belajar visual, auditori dan kinestetik akan membantu anda menemukan strategi atau cara terbaik Anda dalam belajar.</p>
<p><strong>Tipe Belajar Visual<br />
</strong>Apakah Anda suka mencorat-coret ketika berbicara ditelepon? Apakah Anda lebih suka melihat peta dari pada mendengar penjelasan tentang rute jalan? Jika Anda cenderung seperti ini, tipe belajar Anda adalah visual. Orang yang memiliki tipe belajar visual cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui indera penglihatan (melihat).</p>
<p><strong>Karakteristik Umum:<br />
</strong>Lebih suka membaca daripada dibacakan;<br />
Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada harus berpidato;<br />
Mengingat dari apa yang dilihat daripada dari yang didengar;<br />
Sulit untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis;<br />
Sering lupa menyampaikan pesan yang sifatnya verbal (ucapan) kepada orang lain, kecuali pesan tertulis;<br />
Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik;<br />
Teliti terhadap detail;<br />
Lebih suka seni lukisan atau patung dari pada nasyid;<br />
Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada sebelum yakin tentang suatu masalah atau proyek</p>
<p><strong>Tips:</strong><br />
• Jangan ragu untuk selalu membawa buku catatan, catatlah segala bentuk informasi yang ingin diketahui;<br />
• Kuasailah keterampilan teknik mencatat cepat dan efektif</p>
<p><strong>Tipe Belajar Auditory</strong><br />
Orang yang memiliki tipe belajar auditori cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui indera pendengaran (mendengar). Misalnya, ia lebih suka berbicara sendiri, mengikuti ceramah/seminar daripada membaca buku, atau lebih suka berbicara dari pada menulis.</p>
<p><strong>Karakteristik Umum</strong>:<br />
Mudah terganggu oleh keributan;<br />
Senang membaca dengan keras dan mendengarkan;<br />
Pembicara atau orator yang fasih;<br />
Sulit untuk menulis, tapi hebat dalam bercerita;<br />
Suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar;<br />
Lebih suka gurauan lisan dari pada membaca komik;<br />
Lebih suka nasyid daripada lukisan, atau patung;<br />
Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat.</p>
<p><strong>Tips:</strong><br />
• Buatlah kelompok diskusi;<br />
• Tidak usah ragu untuk selalu membawa tape-recorder. Putar ulang informasi/pelajaran yang telah Anda dapat;<br />
• Jangan ragu untuk selalu bertanya atau meminta penjelasan verbal lebih jauh;<br />
• Carilah suatu tempat belajar khusus yang bebas dari gangguan keributan</p>
<p><strong>Tipe Belajar Kinestetik</strong><br />
Orang yang memiliki tipe belajar kinestetik cenderung lebih mudah menyerap, mengatur dan mengolah suatu informasi melalui sentuhan dan gerakan tubuh. Misalnya, ia lebih suka berpikir tentang sesuatu sambil berjalan (mondar-mandir), menggerak-gerakan anggota tubuh sambul berbicara/menjelaskan, atau ia paling tidak suka berlama-lama duduk dan diam.</p>
<p><strong>Karakteristik Umum:<br />
</strong>• Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian;<br />
• Belajar melalui simulasi dan praktek;<br />
• Menghafal dengan cara berjalan-jalan<br />
• Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang;<br />
• Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca;<br />
• Banyak menggunakan isyarat tubuh ketika bicara atau menjelaskan sesuatu;<br />
• Sulit mengingat tempat kecuali jika pernah ke tempat tersebut;<br />
• Menyukai permainan yang menyibukan</p>
<p><strong>Tips:</strong><br />
• Siapkan makanan kecil ketika belajar atau mengerjakan PR;<br />
• Upayakan untuk mensimulasikan kembali segala sesuatu yang ingin dipelakari/kuasai;<br />
• Jangan ragu untuk selalu meminta guru/Anda sendiri untuk mensimulasikan atau mempraktekkan apa yang sedang dipelajari;<br />
• Carilah suatu tempat belajar khusus yang luas sehingga Anda dapat bebas bergerak</p>
<p><strong> </strong><strong>Source materi : </strong><strong>www.klinikhipnotis.com</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>ANGKET  GAYA BELAJAR</strong></p>
<p>Apa gaya belajarmu?</p>
<p>Petunjuk : tandai  √ pada kotak yang sesuai untuk setiap pertanyaan. Jumlahkan nilai anda untuk setiap bagian.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="357">
<p align="center"><strong>Visual</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="85">
<p align="center">Sering</p>
</td>
<td valign="top" width="123">
<p align="center">Kadang-kadang</p>
</td>
<td valign="top" width="74">
<p align="center">Jarang</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">1</td>
<td valign="top" width="321">Saya termaksud orang yang rapi dan teratur</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">2</td>
<td valign="top" width="321">Saya berbicara dengan cepat</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">3</td>
<td valign="top" width="321">Saya adalah perencana dan pengatur jangka panjang</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">4</td>
<td valign="top" width="321">Saya lebih ingat apa yang dilihat dari pada apa yang di dengar</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">5</td>
<td valign="top" width="321">Saya lebih suka membaca dari pada dibacakan</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">6</td>
<td valign="top" width="321">Saya suka mencoret-mencoret selama menelpon/mendengarkan ceramah</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">7</td>
<td valign="top" width="321">Saya lebih suka seni rupa dari pada seni music</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">8</td>
<td valign="top" width="321">Saya suka mencatat perintah atau instruksi yang disampaikan kepada saya</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">9</td>
<td valign="top" width="321">Saya tahu apa yang harus dikatakan tetapi tidak terpikirkan kata yang tepat</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">10</td>
<td valign="top" width="321">Saya suka mengeja dan saya pikir saya pintar mengeja kata-kata</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">11</td>
<td valign="top" width="321">Saya dapat dengan cepat melakukan penjumlahan dan perkalian dalam pikiran saya</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">12</td>
<td valign="top" width="321">Saya lebih suka membacakan dari pada mendengarkan cerita</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">13</td>
<td valign="top" width="321">Saya sering mencoret-coret kertas saat berbicara di telpon atau dalam suatu pertemuan</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">14</td>
<td valign="top" width="321">Saat mengingat suatu pengalaman, saya sering kali mendengar suara dan berbicara pada diri saya mengenai pengalaman</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">15</td>
<td valign="top" width="321">Saat melihat objek dalam bentuk gambar, saya dapat dengan mudah mengenali objek yang sama walaupun posisi objek itu diputar atau diubah</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">16</td>
<td valign="top" width="321">Ketika mendengar orang lain berbicara, saya biasanya membuat gambar dari apa yang mereka katakana dalam pikiran</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">17</td>
<td valign="top" width="321">Saya suka menulis surat atau jurnal</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">18</td>
<td valign="top" width="321">Saya selalu dapat menunjukkan arah utara atau selatan dimana pun saya berada.</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">19</td>
<td valign="top" width="321">Jika saya mengerjakan sesuatu, saya selalu membaca instruksinya terlebih dahulu</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">20</td>
<td valign="top" width="321">Saya lebih suka membaca dari pada mendengarkan kuliah</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="357">
<p align="right">Subtotal</p>
</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" colspan="2" valign="top" width="357">
<p align="right">Subtotal setelah dikali</p>
</td>
<td valign="top" width="85">
<p align="center">x2</p>
</td>
<td valign="top" width="123">
<p align="center">x1</p>
</td>
<td valign="top" width="74">
<p align="center">x0</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="85">
<p align="right">+</p>
</td>
<td valign="top" width="123">
<p align="right">+</p>
</td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" valign="top" width="565">
<p align="right">TOTAL</p>
</td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="357">
<p align="center"><strong>Audiotorial</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="85">
<p align="center">Sering</p>
</td>
<td valign="top" width="123">
<p align="center">Kadang-kadang</p>
</td>
<td valign="top" width="74">
<p align="center">Jarang</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">1</td>
<td valign="top" width="321">Saya berbicara pada diri sendiri saat beraktivitas</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">2</td>
<td valign="top" width="321">Saya mudah terganggu oleh keributan</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">3</td>
<td valign="top" width="321">Saya menggerakkan bibir/ menglafalkan kata saat membaca</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">4</td>
<td valign="top" width="321">Saya suka membaca keras-keras dan mendengarkan</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">5</td>
<td valign="top" width="321">Saya merasa menulis itu sulit tetapi saya pandai bercerita</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">6</td>
<td valign="top" width="321">Saya lebih suka nasyid dari pada seni rupa</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">7</td>
<td valign="top" width="321">Saya belajar melalui mendengar dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">8</td>
<td valign="top" width="321">Saya banyak bicara, berdiskusi, dan menjelaskan panjang lebar</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">9</td>
<td valign="top" width="321">Saya dapat mengingat dengan mudah apa yang dikatakan orang</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">10</td>
<td valign="top" width="321">Saya akan sangat terganggu apabila ada orang yang berbicara pada saya saat saya sedang menonton televise</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">11</td>
<td valign="top" width="321">Saya lebih suka berbicara daripada menulis</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">12</td>
<td valign="top" width="321">Saya lebih suka seni nasyid dari pada seni lukis</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">13</td>
<td valign="top" width="321">Saya mengingat suatu pengalaman, saya sering kali mendengar suara dan berbicara pada diri saya mengenai pengalaman itu</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">14</td>
<td valign="top" width="321">Mudah sekali bagi saya untuk mengontrol dalam kawan saya saat berbicara ditelpon</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">15</td>
<td valign="top" width="321">Tanpa music hidup itu membosankan</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">16</td>
<td valign="top" width="321">Saya sangat senang berkumpul dan biasanya dapat dengan mudah berbicara dengan siapa saja</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">17</td>
<td valign="top" width="321">Saya tahu hampir semua kata-kata dari lagu yang saya dengar</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">18</td>
<td valign="top" width="321">Saat saya berbicara, saya suka mengatakan “saya mendengar anda, itu terdengar bagus, itu bunyinya bagus”.</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">19</td>
<td valign="top" width="321">Saat saya seorang diri, saya biasanya memainkan music atau lagu atau bernyanyi</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="357">
<p align="right">Subtotal</p>
</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" colspan="2" valign="top" width="357">
<p align="right">Subtotal setelah dikali</p>
</td>
<td valign="top" width="85">
<p align="center">x2</p>
</td>
<td valign="top" width="123">
<p align="center">x1</p>
</td>
<td valign="top" width="74">
<p align="center">x0</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="85">
<p align="right">+</p>
</td>
<td valign="top" width="123">
<p align="right">+</p>
</td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" valign="top" width="565">
<p align="right">TOTAL</p>
</td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="357">
<p align="center"><strong>Kinestetik </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="85">
<p align="center">Sering</p>
</td>
<td valign="top" width="123">
<p align="center">Kadang-kadang</p>
</td>
<td valign="top" width="74">
<p align="center">Jarang</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">1</td>
<td valign="top" width="321">Saya berbicara dengan lambat</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">2</td>
<td valign="top" width="321">Saya berdiri dekat-dekat saat berbicara dengan seseorang</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">3</td>
<td valign="top" width="321">Saya menghafal dengan cara berjalan dan melihat</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">4</td>
<td valign="top" width="321">Saya banyak menggunakan isyarat tubuh</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">5</td>
<td valign="top" width="321">Saya tidak bias duduk tenang dalam waktu lama</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">6</td>
<td valign="top" width="321">Saya mengetuk-ngetuk pulpen, jari,atau kaki saat mendengarkan</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">7</td>
<td valign="top" width="321">Saya membuat keputusan berdasarkan perasaan</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">8</td>
<td valign="top" width="321">Saya meluangkan waktu untuk berolaraga dan berkegiatan fisik lainnya</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">9</td>
<td valign="top" width="321">Saya paling mudah belajar sambil mempraktekkan/melakukan</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">10</td>
<td valign="top" width="321">Sangat sulit bagi saya untuk duduk diam dalam waktu yang lama</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">11</td>
<td valign="top" width="321">Tulisan tangan saya biasanya tidak rapi</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">12</td>
<td valign="top" width="321">Saya biasanya menggunakan jari saya untuk menunjuk kalimat yang saya baca</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">13</td>
<td valign="top" width="321">Saya biasanya berbicara dengan perlahan</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">14</td>
<td valign="top" width="321">Saya lebih suka melakukan contoh peragaan dari pada membuat laporan tertulis atas suatu kejadian</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">15</td>
<td valign="top" width="321">Saat mengingat suatu pengalaman, saya sering kali ingat bagaimana perasaaan saya terhadap pengalaman itu</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">16</td>
<td valign="top" width="321">Saya biasanya mengatakan, “saya rasa, saya perlu menemukan pijakan atas hal ini, atau “saya ingin menangani hal ini”</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">17</td>
<td valign="top" width="321">Saya suka olaraga dan saya rasa saya adalah olaragawan yang baik</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">18</td>
<td valign="top" width="321">Saya suka merancang, mengerjakan, dan membuat sesuatu dengan kedua tangan saya</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">19</td>
<td valign="top" width="321">Ruangan, meja, mobil, atau rumah saya biasanya berantakan / tidak teratur.</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="36">20</td>
<td valign="top" width="321">Saya lebih suka berolaraga dari pada membaca buku</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top" width="357">
<p align="right">Subtotal</p>
</td>
<td valign="top" width="85"></td>
<td valign="top" width="123"></td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" colspan="2" valign="top" width="357">
<p align="right">Subtotal setelah dikali</p>
</td>
<td valign="top" width="85">
<p align="center">x2</p>
</td>
<td valign="top" width="123">
<p align="center">x1</p>
</td>
<td valign="top" width="74">
<p align="center">x0</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="85">
<p align="right">+</p>
</td>
<td valign="top" width="123">
<p align="right">+</p>
</td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" valign="top" width="565">
<p align="right">TOTAL</p>
</td>
<td valign="top" width="74"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber angket : Setia Furqan Khalid.2011. Jangan Belajar Kalau gak Tau Caranya. Rumah Karya. Sumedang</p>
<p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anakpapamama.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anakpapamama.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anakpapamama.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anakpapamama.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anakpapamama.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anakpapamama.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anakpapamama.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anakpapamama.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anakpapamama.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anakpapamama.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anakpapamama.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anakpapamama.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anakpapamama.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anakpapamama.wordpress.com/841/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=841&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/23/rpbk-gaya-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1b1043b0eb6ed944bbd396aef8b206?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anakpapamama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih dalam Dunia</title>
		<link>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/21/terima-kasih-dalam-dunia/</link>
		<comments>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/21/terima-kasih-dalam-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 10:10:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amirullah Ibnu Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[syukron]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih di dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakpapamama.wordpress.com/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[1. Bahasa Arab : Syukron 2. Bahasa Prancis : Merci, Merci beaucoup 3. Bahasa Jerman : Danke 4. Bahasa Spanyol : Gracias 5. Bahasa Jepang : Arigato, Arigato Gozaimasu, Arigato Gozaimashita 6. Bahasa Belanda : Dank Je 7. Bahasa Italia : Grazie 8. Bahasa Portugis : Obrigado 9. Bahasa Korea : Gamsa-hamnida 10. Bahasa Mandarin : <a href="http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/21/terima-kasih-dalam-dunia/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=836&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Bahasa Arab : Syukron</p>
<p>2. Bahasa Prancis : Merci, Merci beaucoup</p>
<p>3. Bahasa Jerman : Danke</p>
<p>4. Bahasa Spanyol : Gracias</p>
<p>5. Bahasa Jepang : Arigato, Arigato Gozaimasu, Arigato Gozaimashita</p>
<p>6. Bahasa Belanda : Dank Je</p>
<p>7. Bahasa Italia : Grazie</p>
<p>8. Bahasa Portugis : Obrigado</p>
<p>9. Bahasa Korea : Gamsa-hamnida</p>
<p>10. Bahasa Mandarin : Xie-xie</p>
<p>11. Bahasa Inggris : Thank You, Thanks, Thank You Very Much</p>
<p>12. Bahasa Ibrani : Toda</p>
<p>13. Bahasa Afrika : Dankie, Baie Dankie</p>
<p>14. Bahasa Mesir Kuno : Dua Netjer en ek(ke cowo), Dua Netjer etj (ke cewe)</p>
<p>15. Bahasa Yunani : Sas efharisto, efcharisto</p>
<p>16. Bahasa India : Danyavad, Dhanyawaad, Shukriya</p>
<p>17. Bahasa Islandia : Takk, Takk fyrir</p>
<p>18. Bahasa Finlandia : Kiitos, Kiitoksia</p>
<p>19. Bahasa Wales : Diolch yn fawr</p>
<p>20. Bahasa Tagalog : Salamot</p>
<p>21. Bahasa Thai : Khwap khun, khwap khun khrap</p>
<p>22. Bahasa Tibet : Tujechhe</p>
<p>23. Bahasa Scotlandia : Thank ye, Thenk Ye</p>
<p>24. Bahasa Sansekerta : Anugurihiitusomi</p>
<p>25. Bahasa Rumania : Multumesc</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.wonosari.com/">http://www.wonosari.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anakpapamama.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anakpapamama.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anakpapamama.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anakpapamama.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anakpapamama.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anakpapamama.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anakpapamama.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anakpapamama.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anakpapamama.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anakpapamama.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anakpapamama.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anakpapamama.wordpress.com/836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anakpapamama.wordpress.com/836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anakpapamama.wordpress.com/836/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=836&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/21/terima-kasih-dalam-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1b1043b0eb6ed944bbd396aef8b206?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anakpapamama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Benteng Terkuat di Indonesia</title>
		<link>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/19/inilah-benteng-terkuat-di-indonesia/</link>
		<comments>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/19/inilah-benteng-terkuat-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 09:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amirullah Ibnu Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Bone]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[suku Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[benteng]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Somba Opu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakpapamama.wordpress.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[ILMUWAN Inggris, Alfred Wallace, menyatakan, Benteng Somba Opu adalah benteng terkuat yang pernah dibangun orang nusantara. Benteng ini adalah saksi sejarah kegigihan Sultan Hasanuddin serta rakyatnya mempertahankan kedaulatan negerinya. Benteng Somba Opu terletak di Jl Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Jaraknya sekitar enam kilometer sebelah selatan pusat Kota Makassar. Pernyataan <a href="http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/19/inilah-benteng-terkuat-di-indonesia/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=832&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I<a href="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/02/somba-opu.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-833" title="somba opu" src="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/02/somba-opu.jpg?w=500" alt=""   /></a>LMUWAN Inggris, Alfred Wallace, menyatakan, Benteng Somba Opu adalah benteng terkuat yang pernah dibangun orang nusantara. Benteng ini adalah saksi sejarah kegigihan Sultan Hasanuddin serta rakyatnya mempertahankan kedaulatan negerinya.</p>
<p>Benteng Somba Opu terletak di Jl Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Jaraknya sekitar enam kilometer sebelah selatan pusat Kota Makassar.</p>
<p>Pernyataan Wallace bisa jadi benar. Begitu memasuki kawasan Benteng Somba Opu, akan segera terlihat tembok benteng yang kokoh. Menggambarkan sistem pertahanan yang sempurna pada zamannya. Meski terbuat dari batu bata merah, dilihat dari ketebalan dinding, dapatlah terbayangkan betapa benteng ini amat sulit ditembus dan diruntuhkan.</p>
<p>Ada tiga bastion yang masih terlihat sisa-sisanya, yaitu bastion di sebelah barat daya, bastion tengah, dan bastion barat laut. Yang terakhir ini disebut Buluwara Agung. Di bastion inilah pernah ditempatkan sebuah meriam paling dahsyat yang dimiliki orang Indonesia. Namanya <a href="http://anakpapamama.wordpress.com/2011/04/23/meriam-anak-makassar/">Meriam Anak Makassar</a>. Bobotnya mencapai 9.500 kg, dengan panjang 6 meter, dan diameter 4,14 cm.</p>
<p>Sebenarnya, Benteng Somba Opu sekarang ini lebih tepat dikatakan sebagai reruntuhan dengan sisa-sisa beberapa dinding yang masih tegak berdiri. Bentuk benteng ini pun belum diketahui secara persis meski upaya ekskavasi terus dilakukan. Tetapi menurut peta yang tersimpan di Museum Makassar, bentuk benteng ini adalah segi empat.</p>
<p>Di beberapa bagian terdapat patok-patok beton yang memberi tanda bahwa di bawahnya terdapat dinding yang belum tergali. Memang, setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Gowa yang dipimpin Sultan Hasanuddin, Belanda menghancurkan benteng ini. Selama ratusan tahun, sisa-sisa benteng terbenam di dalam tanah akibat naiknya sedimentasi dari laut.</p>
<p>Secara arsitektural, begitu menurut peta dokumen di Museum Makassar, benteng ini berbentuk segi empat dengan luas total 1.500 hektar. Memanjang 2 kilometer dari barat ke timur. Ketinggian dinding benteng yang terlihat saat ini adalah 2 meter. Tetapi dulu, tinggi dinding sebenarnya adalah antara 7-8 meter dengan ketebalan 12 kaki atau 3,6 meter.</p>
<p>Benteng Somba Opu sekarang ini berada di dalam kompleks Miniatur Sulawesi Selatan. Wisatawan dapat menikmati bentuk-bentuk rumah tradisional Sulawesi Selatan seperti rumah tradisional Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar tak jauh dari benteng. Di dalam kompleks ini pula setiap tahun digelar Pameran Pembangunan Sulawesi Selatan.</p>
<p>Benteng Somba Opu dapat diakses dari pusat Kota Makassar (Lapangan Karebosi) dengan angkutan kota (petepete) atau taksi. Jika menggunakan angkutan kota, dari Lapangan Karebosi menumpang angkutan kota jurusan Cenderawasih. Dari Cenderawasih berganti angkutan menuju Benteng Somba Opu.</p>
<p>source : <a href="http://www.mymakassar.com/in/tempat-menarik/wisata-sejarah/item/376-somba-opu-the-strongest-fortress">www.mymakassar.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anakpapamama.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anakpapamama.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anakpapamama.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anakpapamama.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anakpapamama.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anakpapamama.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anakpapamama.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anakpapamama.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anakpapamama.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anakpapamama.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anakpapamama.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anakpapamama.wordpress.com/832/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anakpapamama.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anakpapamama.wordpress.com/832/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=832&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/19/inilah-benteng-terkuat-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1b1043b0eb6ed944bbd396aef8b206?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anakpapamama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/02/somba-opu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">somba opu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Father</title>
		<link>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/13/814/</link>
		<comments>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/13/814/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 12:50:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amirullah Ibnu Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi ayah]]></category>
		<category><![CDATA[puisi bahasa inggris]]></category>
		<category><![CDATA[puisi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[puisi orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakpapamama.wordpress.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[You are the special one Always gift the best Always making happiness in my life   When I say yes You will yes too Although you can not say yes   I am so sorry with my fault Sometimes can not did your willingness Although I can did   But you must know I always <a href="http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/13/814/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=814&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><a href="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/02/father.jpg"><img class="size-medium wp-image-815 aligncenter" title="father" src="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/02/father.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></strong></p>
<p align="center"><strong>You are the special one</strong></p>
<p align="center"><strong>Always gift the best</strong></p>
<p align="center"><strong>Always making happiness in my life</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>When I say yes</strong></p>
<p align="center"><strong>You will yes too</strong></p>
<p align="center"><strong>Although you can not say yes</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>I am so sorry with my fault</strong></p>
<p align="center"><strong>Sometimes can not did your willingness</strong></p>
<p align="center"><strong>Although I can did</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>But you must know</strong></p>
<p align="center"><strong>I always love you</strong></p>
<p align="center"><strong>My father</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="right">Sungguminasa, 10 February 2012 at 16.00 pm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anakpapamama.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anakpapamama.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anakpapamama.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anakpapamama.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anakpapamama.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anakpapamama.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anakpapamama.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anakpapamama.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anakpapamama.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anakpapamama.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anakpapamama.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anakpapamama.wordpress.com/814/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anakpapamama.wordpress.com/814/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anakpapamama.wordpress.com/814/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=814&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/02/13/814/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1b1043b0eb6ed944bbd396aef8b206?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anakpapamama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/02/father.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">father</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadikanlah Kehidupan Di Kampus Lebih Bermakna</title>
		<link>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/29/jadikanlah-kehidupan-di-kampus-lebih-bermakna/</link>
		<comments>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/29/jadikanlah-kehidupan-di-kampus-lebih-bermakna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 04:18:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amirullah Ibnu Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hanya Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Jendela Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[aktivis]]></category>
		<category><![CDATA[hedonis]]></category>
		<category><![CDATA[LDK]]></category>
		<category><![CDATA[Mahsiswa]]></category>
		<category><![CDATA[organisatoris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakpapamama.wordpress.com/?p=799</guid>
		<description><![CDATA[Itulah petikan hikmah yang aku dapat setelah beberapa waktu yang lalu membaca buku Setia Furqan Khalid dengan judul jangan kuliah kalau gak sukses. Buku ini sebenarnya buku lama yang saya baru baca karena kebetulan ada teman yang memilikinya. Dan saya pikir ini adalah salah satu manfaat besar berteman dengan orang-orang yang dekat dengan buku karena <a href="http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/29/jadikanlah-kehidupan-di-kampus-lebih-bermakna/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=799&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/how-college-students-seek-information.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-800" title="How-college-students-seek-information" src="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/how-college-students-seek-information.jpg?w=300&#038;h=231" alt="" width="300" height="231" /></a>Itulah petikan hikmah yang aku dapat setelah beberapa waktu yang lalu membaca buku Setia Furqan Khalid dengan judul jangan kuliah kalau gak sukses. Buku ini sebenarnya buku lama yang saya baru baca karena kebetulan ada teman yang memilikinya. Dan saya pikir ini adalah salah satu manfaat besar berteman dengan orang-orang yang dekat dengan buku karena cepat atau lambat kalian akan terimitasi dengan mereka. Akan tetapi tidak mengapa karena imitasi inilah yang memang sangat diharapkan sehingga kita juga bisa rajin membaca buku. Namun dikesempatan ini saya tidak akan terfokus membahas tentang hal tersebut</p>
<p>Kembali kepada judul yang akan kita uraikan!</p>
<p>Jangan Mau Jadi Mahasiswa Biasa. Ya, setelah menjalani tahun-tahun menjadi mahasiswa banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan bersama orang-orang dengan berbagai macam tipe kepribadian yang berbeda-beda, termasuk tipe sebagai mahasiswa.</p>
<p>Dalam lingkungan universitas ada beberapa tipe, secara garis besar, menyangkut mahasiswa yaitu :</p>
<ol>
<li>Tipe akademik,</li>
<li>Tipe hedonis,</li>
<li>Tipe organisatoris, dan</li>
<li>Tipe aktivis</li>
</ol>
<p>Keempat tipe di atas saya dapatkan dari salah seorang dosen saya.</p>
<p>Tipe akademik adalah mereka yang ke kampus dengan satu tujuan yaitu belajar. Mereka tidak mau peduli dengan kegiatan-kegiatan ekstra yang dapat merusak konsentrasi belajar mereka.</p>
<p>Tipe hedonis adalah mereka yang ke kampus sebenarnya ingin belajar, akan tetapi mereka lebih focus kepada penampilan mereka saat ke kampus dari pada mata kuliah yang akan di hadapi di ruang kuliah. Bagi mereka datang ke kampus hanya untuk menyetor muka kepada dosen yang bersangkutan sehingga tidak ada permasalahan yang akan menimpa ketika akan Final di akhir perkuliahan</p>
<p>Tipe organisatoris adalah mereka yang terlibat aktif dalam sebuah kelembagaan organisasi baik bersifat internal kampus maupun eksternal kampus. Namun sayang sekali kegiatan organisasi membuat mereka terkadang lalai dalam menjalankan aktivitas perkuliahan yang merupakan amanah dari orang tua.</p>
<p>Tipe aktivis adalah mereka yang tidak pernah melakukan dikotomi antara perkuliahan dan organisasi. Mereka adalah orang-orang yang terlibat aktif dalam pembelajaran di ruang kuliah namun tidak ketinggalan dalam urusan organisasi. Hasilnya pun dibuktikan dengan nilai yang memuaskan di Mata kuliah yang mereka ambil</p>
<p>Berdasarkan uraian di atas tentu kita dapat menilai bahwa tipe aktivislah yang paling ideal bagi seorang mahasiswa, karena mereka mampu mengatur waktu dengan baik sehingga dapat terlibat aktif dalam perkuliahan maupun dalam organisasi mereka.</p>
<p>Tentu hal itu jauh bahkan sangat jauh lebih baik dari pada mereka yang hari-harinya di dunia kampus hanya berfokus pada mata kuliah saja. Padahal sepanjang pengetahuan dan pengalaman penulis, sebagai mahasiswa, mereka yang terlibat dalam organisasi lebih baik nilai akademiknya dibandingkan yang tidak terlibat aktif dalam organisasi.</p>
<p>Saya sendiri merasa perlu ikut dalam sebuah organisasi karena bagiku pribadi semua ini, pengalaman dan pelajaran, akan sangat sulit diperoleh ketika kelak telah meninggalkan hingar bingar dunia kampus.</p>
<p>ORGANISASI YANG PALING TEPAT</p>
<p>Tapi tidak bisa dipungkiri beberapa organisasi yang kita ikuti terkadang mau tidak mau mengakibatkan kita terpaksa meninggalkan aktivitas perkuliahan yang menjadi kewajiban utama kita. Olehnya itu kita sebagai insan akademis harus selektif dan mampu memilih organisasi yang tepat sehingga keinginan untuk sukses di Akademik dan Organisasi dapat tercapai.</p>
<p>Organisasi tersebut adalah organisasi Dakwah Kampus, baik tingkat Fakultas ataupun Universitas yang berdasarkan pada Al-Quran dan As-Sunnah berdsarkan pemahaman para sahabat Rasulullah. Lembaga Dakwah ini adalah orang-orang yang siap berjuang untuk Agama Allah SWT. Tapi perjuangan mereka tidak begitu saja akan mengorbankan perkuliahan yang menjadi amanah dari orang tua karena RIDHO ALLAH TERGANTUNG RIDHO ORANG TUA. Ya… kita harus mampu meyakinkan kepada kedua orang tua bahwa kita mampu mendapatkan nilai terbaik di kampus dan mampu menjadi bagian dalam sebuah kegiatan organisasi. Sehingga hidup kita di kampus tidak kosong dan tidak bermakna apa-apa. Dan Yang terpenting tidak ada dikotomi antara organisasi dan perkuliahan</p>
<p>Kita juga harus mengingat firman Allah dalam Q.S Muhammad ayat 7 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”</p>
<p>Kalau kita menolong agama Allah dengan masuk pada Lembaga Dakwah Kampus, Niscaya Allah akan menolong kita dalam urusan akademik di kampus. Bukankah Allah Berkuasa menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya??? Apa lagi kalau hanya sebatas memberikan nilai yang baik kepada kita.</p>
<p>sumber gambar <a href="http://blogs.capita-libraries.co.uk/panlibus/2009/12/21/how-college-students-seek-information-in-the-digital-age/">http://blogs.capita-libraries.co.uk/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anakpapamama.wordpress.com/799/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anakpapamama.wordpress.com/799/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anakpapamama.wordpress.com/799/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anakpapamama.wordpress.com/799/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anakpapamama.wordpress.com/799/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anakpapamama.wordpress.com/799/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anakpapamama.wordpress.com/799/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anakpapamama.wordpress.com/799/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anakpapamama.wordpress.com/799/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anakpapamama.wordpress.com/799/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anakpapamama.wordpress.com/799/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anakpapamama.wordpress.com/799/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anakpapamama.wordpress.com/799/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anakpapamama.wordpress.com/799/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=799&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/29/jadikanlah-kehidupan-di-kampus-lebih-bermakna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1b1043b0eb6ed944bbd396aef8b206?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anakpapamama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/how-college-students-seek-information.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">How-college-students-seek-information</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HEI….. Minggir!!! Gue Mau Lewat…………&#8221;</title>
		<link>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/28/hei-minggir-gue-mau-lewat/</link>
		<comments>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/28/hei-minggir-gue-mau-lewat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 12:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amirullah Ibnu Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hanya Opini]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan lalu lintas]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan bermotor]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan berkendara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakpapamama.wordpress.com/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[“…Kecelakaan lalu lintas di Indonesia tercatat sebagai pembunuh nomor dua setelah penyakit TBC. Tak hanya itu,  Indonesia tercatatmenduduki  urutan pertama jumlah kecelakaan lalu lintas diantara negara ASEAN.” (VIVAnews.COM, KAMIS, 29 APRIL 2010) Menurut National Consultant for Injury dari WHO Indonesia (dikutip dari data Kepolisian RI) kecelakaan selama 2007 memakan korban sekitar 16.000 jiwa dan di 2010 <a href="http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/28/hei-minggir-gue-mau-lewat/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=796&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/safety-riding-pt2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-797" title="safety-riding-pt2" src="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/safety-riding-pt2.jpg?w=300&#038;h=178" alt="" width="300" height="178" /></a>“…Kecelakaan lalu lintas di Indonesia tercatat sebagai pembunuh nomor dua setelah penyakit TBC. Tak hanya itu,  Indonesia tercatatmenduduki  urutan pertama jumlah kecelakaan lalu lintas diantara negara ASEAN.” (VIVAnews.COM, KAMIS, 29 APRIL 2010)</p>
<p>Menurut National Consultant for Injury dari WHO Indonesia (dikutip dari data Kepolisian RI) kecelakaan selama 2007 memakan korban sekitar 16.000 jiwa dan di 2010 meningkat menjadi 31.234 jiwa di Indonesia (http://oto.detik.com, Rabu, 30/11/2011)</p>
<p>Kutipan berita di atas adalah sebuah fakta yang kami dapat dari sebuah media berita online ternama. Fakta tersebut memang cukup mencengangkan melihat kecelakaan lalu lintas sebagai salah satu faktor terbesar penyebab kematian di Indonesia.</p>
<p>Ada banyak faktor memang pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya, salah satunya adalah pengendara kendaraan yang sering memacu kendaraannya di jalan raya tanpa berpikir panjang dan memikirkan akibat negative yang mungkin timbul dari perilaku berkendara seperti itu.</p>
<p>Saya pribadi sebagai pengguna jalan raya dan pemakai kendaraan roda dua sangat merasakan hal tersebut, akan tetapi perilaku ugal-ugalan dari pengendara kendaraan, khususnya roda dua, akan semakin jelas terasa ketika kita mengendarai sepeda khususnya di pagi hari saat aktivitas kerja baru akan dimulai.</p>
<p>Di jam-jam seperti ini pengendara kendaraan seperti kesetanan mengendarai motornya, walaupun tidak semua diantara mereka seperti itu. Hal tersebut mungkin disebabkan karena memburu waktu untuk datang tepat waktu di tempat tujuan.</p>
<p>Keinginan kuat untuk sampai tepat waktu di tempat tujuan membuat mereka sekan lupa bahwa nyawanya Cuma satu, parahnya lagi sepertinya mereka tidak bernalar bahwa ada akibat fatal yang dapat terjadi akibat ulah mereka yang seenaknya saja memacu kendaraannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari pengamatan saya pribadi ada beberapa perilaku yang sering dilakukan oleh pengendara kendaraan yang disadari atau tidak dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain yaitu:</p>
<ol>
<li>Memacu kendaraan melebihi batas kecepatan normal selengkapnya klik <a href="http://otomotif.kompas.com/read/2008/01/11/12545714/Berapakah.Batas.Kecepatan.yang.Aman.">disini</a></li>
<li>Menyalip kendaraan tanpa perhitungan</li>
<li>Menggunakan alat komunikasi, Handphone, saat mengendarai motor</li>
<li>Tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, terutama Traffic Light.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kecelakaan lalu lintas memang adalah sebuah resiko yang suka atau tidak harus diterima oleh pengguna jalan. Namun semua itu dapat diminimalisir jika para pengguna kendaraan bermotor lebih berhati-hati dalam mengendarai kendaraannya serta lebih mematuhu rambu-rambu lalu lintas yang dipasang demi keselamatan kita bersama. Karena sekali lagi tanggung jawab di jalan bukanlah satu-satunya mutlak milik pihak kepolisian selaku penegak hokum, namun juga oleh kita selaku pengendara kendaraan bermotor demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama di jalan raya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber gambar : <a href="http://eriwinardi.wordpress.com/2010/11/30/tips-berkendara/">http://eriwinardi.wordpress.com/2010/11/30/tips-berkendara/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anakpapamama.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anakpapamama.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anakpapamama.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anakpapamama.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anakpapamama.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anakpapamama.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anakpapamama.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anakpapamama.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anakpapamama.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anakpapamama.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anakpapamama.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anakpapamama.wordpress.com/796/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anakpapamama.wordpress.com/796/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anakpapamama.wordpress.com/796/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=796&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/28/hei-minggir-gue-mau-lewat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1b1043b0eb6ed944bbd396aef8b206?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anakpapamama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/safety-riding-pt2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">safety-riding-pt2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DUALISME PSSI SEBAGAI BUKTI ke-ESAAN TUHAN</title>
		<link>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/22/dualisme-pssi-sebagai-bukti-ke-esaan-tuhan/</link>
		<comments>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/22/dualisme-pssi-sebagai-bukti-ke-esaan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 06:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amirullah Ibnu Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hanya Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakpapamama.wordpress.com/?p=775</guid>
		<description><![CDATA[Masalah demi masalah hingga kini masih mendera insan sepak bola Indonesia  belum dan belum dapat terselesaikan dengan baik. Masalah yang sedang muncul kepermukaan saat ini adalah terjadinya dualisme di tubuh PSSI yang disebabkan karena adanya pihak-pihak yang kecewa dengan kebijakan-kebijakan PSSI saat ini yang untuk sementara dipimpin oleh Bapak Djohar Arifin. Sebelum beliau terpilih, menjadi <a href="http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/22/dualisme-pssi-sebagai-bukti-ke-esaan-tuhan/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=775&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/one-god.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-776" title="one god" src="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/one-god.jpg?w=500" alt=""   /></a>Masalah demi masalah hingga kini masih mendera insan sepak bola Indonesia  belum dan belum dapat terselesaikan dengan baik. Masalah yang sedang muncul kepermukaan saat ini adalah terjadinya dualisme di tubuh PSSI yang disebabkan karena adanya pihak-pihak yang kecewa dengan kebijakan-kebijakan PSSI saat ini yang untuk sementara dipimpin oleh Bapak Djohar Arifin.</p>
<p>Sebelum beliau terpilih, menjadi ketua umum PSSI, hal serupa terjadi pada kepemimpinan Bapak Nurdin Halid. Banyak pihak yang tidak setuju bila beliau terus memimpin induk organisasi tertinggi sepak bola tanah air karena dianggap membawa kepentingan politik kelompok tertentu. Salah satu buah dari kekecewaan tersebut adalah munculnya liga yang dianggap illegal yakni IPL. Hasilnya Indonesia pun terancam ancaman oleh FIFA selaku induk oraganisasi tertinggi di dunia. Hal ini membuat insan sepak bola Indonesia semakin mendesak pimpinan kala itu, Bapak Nurdin Halid, untuk segera turun dari kursinya.</p>
<p>Tidak lama berselang bapak Nurdin Halid pun lengser dan digantikan oleh Bapak Djohar Arifin yang diharapkan akan membawa angin segar dan perbaikan bagi sepak bola Nasional. Harapan seluruh pencinta sepak bola Indonesia berada dipundak beliau.</p>
<p>Banyak perubahan yang beilau lakukan setelah menjabat ketua umum PSSI. Beberapa kebijakan tersebut adalah mengganti pelatih timnas senior saat itu Alfred Riedl dengan pelatih PSM Makassar Wim Rijsbergen dan mengganti nama ISL menjadi IPL sebagai kasta kompetisi tertinggi di tanah air. Tak pelak keputusan ini mendapat reaksi dari berbagai pihak karena di anggap tidak tepat, terutama keputusan mengganti Alfred Riedl yang terbukti ampuh menangani timnas senior di Piala AFF.</p>
<p>Pihak-pihak yang tidak setuju dengan keputusan tersebut, termasuk badan internal PSSI seperti PT Liga Indonesia, akhirnya kembali menggulirkan ISL yang ternyata diikuti oleh sebagian besar klub-klub elit tanah air yang juga kecewa dengan PSSI atas keputusan-keputusan controversial terkait bebrapa tim yang diikutkan PSSI bermain di IPL. Tidak hanya sampai disitu, mereka kemudian membentuk KPSI “Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia” yang berencana menyelenggarakan Konfrensi Luar Biasa di awal bulan maret mendatang. Tujuan mereka jelas yakni menyelamatkan persepak bolaan Indonesia.</p>
<p>Dualism di tubuh PSSI ini terjadi karena adanya pihak-pihak yang sama-sama merasa punya kekuasaan untuk mengatur dan membawa persepakbolaan di tanah air kea rah yang lebih baik.</p>
<p>Sekarang saya ingin membawa anda menuju apa yang hendak saya sampaikan melalui tulisan ini. Bagi penulis dualism di tubuh Induk organisasi sepak bola mengajarkan kepada kita bahwa yang berkuasa atas segala sesuatu haruslah satu, karena jika tidak akan terjadi perselisihan-perselisihan yang kemudian dapat timbul jika pengambil kebijakan dan pengatur urusan lebih dari satu.</p>
<p>Ini tentu menjadi bukti bahwa Allah sebagai tuhan yang Esa dan pengatur alam semesta, tidak ada sekutu baginya dan sesembahan yang lain selainnya. Yang mengatur makhluknya, yang membagikan rezeki, mengatur siang dan malam serta hidup dan mati, yang bersemayam di atas Arsy dan yang pengawasannya atas makhluknya amatlah dekat.</p>
<p>Wallahu a’lam ….</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber gambar :<a href="http://www.facebook.com/pages/Allah-the-One-and-Only-God-/336939110076">http://www.facebook.com/pages/Allah-the-One-and-Only-God-/336939110076</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anakpapamama.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anakpapamama.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anakpapamama.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anakpapamama.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anakpapamama.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anakpapamama.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anakpapamama.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anakpapamama.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anakpapamama.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anakpapamama.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anakpapamama.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anakpapamama.wordpress.com/775/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anakpapamama.wordpress.com/775/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anakpapamama.wordpress.com/775/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=775&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/22/dualisme-pssi-sebagai-bukti-ke-esaan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1b1043b0eb6ed944bbd396aef8b206?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anakpapamama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/one-god.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">one god</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Loe Tiru Gaya Gue, Gue Tiru Gaya Loe!!!</title>
		<link>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/12/loe-tiru-gaya-gue/</link>
		<comments>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/12/loe-tiru-gaya-gue/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 07:15:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amirullah Ibnu Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bimbingan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[fashion]]></category>
		<category><![CDATA[gaya]]></category>
		<category><![CDATA[imitasi]]></category>
		<category><![CDATA[mengikuti Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[psikolgi sosial]]></category>
		<category><![CDATA[trend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakpapamama.wordpress.com/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda memperhatikan penampilan anda saat ini??, pernahkah anda melihat gaya berjalan anda? model pakaian anda? cara andar bertutur kata? ataupun cara anda makan dan minum??? Kebanyakan apa yang ada atau Nampak dalam perilaku kita saat ini adalah hasil belajar dari pengalaman bersama orang lain disekitar baik yang kita sadari ataupun tidak. Perilaku mencontoh ini <a href="http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/12/loe-tiru-gaya-gue/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=762&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/shadow-self-g-gawne-kelnar.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-764" title="shadow-self-G-Gawne-Kelnar" src="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/shadow-self-g-gawne-kelnar.jpg?w=248&#038;h=300" alt="" width="248" height="300" /></a>Pernahkah anda memperhatikan penampilan anda saat ini??, pernahkah anda melihat gaya berjalan anda? model pakaian anda? cara andar bertutur kata? ataupun cara anda makan dan minum???</p>
<p>Kebanyakan apa yang ada atau Nampak dalam perilaku kita saat ini adalah hasil belajar dari pengalaman bersama orang lain disekitar baik yang kita sadari ataupun tidak.</p>
<p>Perilaku mencontoh ini dalam psikologi sosial dinamakan dengan imitasi, Gabriel Tarde (Muhammad Anas, 2007) menjelaskan bahwa imitasi merupakan proses mencontoh terhadap sesuatu hal. Hal yang dicontoh tersebut bisa bersifat fisik, maupun non fisik. Proses imitasi ini berlangsung dari orang ke orang, dari kelompok ke kelompok, sehingga berlangsung suatu proses mencontoh yang berlangsung secara terus menerus.</p>
<p>Imitasi ini kata Pak Gabriel Tarde berlangsung dari orang ke orang dan atau kekelompok, tak heran banyak orang-orang disekitar kita yang sering berubah-ubah penampilannya dari hari kehari, tergantung dari <em>fashion</em> atau <em>style </em> yang <em>trend</em> pada saat itu.</p>
<p>Individu cenderung meniru orang lain karena disebabkan beberapa hal diantaranya adalah kurangnya informasi yang dimilki dan rasa takut terhadap celaan sosial (Muhammad Anas, 2007).</p>
<p>Imitas sebenarnya bukanlah hal yang negative, malah dapat menjadi sesuatu yang positif. Imitasi dapat bersifat positif jika kita mengimitasi hal-hal positif dari orang lain, misalnya ketika kita meniru cara belajar teman kita yang mendapatkan peringkat 1 dikelas, atau meniru cara Pak Jusuf Kalla dalam kegigihan beliau berbisnis sehingga kini beliau menjadi saudagar yang sukses.</p>
<p>Sayangnya saat ini banyak diantara kita yang lebih banyak melakukan imitasi terhadap hal-hal yang negatif, seperti kebiasaan merokok, bangun telat, malas membaca, sering begadang, dan minum minuman beralkohol. Hal ini terjadi karena kita berada dilingkungan atau bergaul dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan-kebiasaan seperti itu. Alhasil kita meniru apa yang kita lakukan karena takut dianggap menyimpang, dari kelompok, dan kemudian takut ditinggalkan oleh orang-orang tersebut.</p>
<p><strong>I am a Moslem</strong></p>
<p>Nah buat teman-teman yang ngaku sebagai seorang yang muslim tentu saja harus mengimitasi Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang baik. Mengapa??? Karena beliau adalah orang paling berpengaruh didunia, pengusaha yang sukses dalam kehidupan dunia, guru yang terbaik bagi murid dan sahabatnya, suami yang Cinta dan dicintai oleh istrinya, Ayah yang sayang dan disayang oleh anaknya-anaknya, dan yang terpenting beliau adalah hamba Allah yang telah dijamin dijamin Masuk syurga.</p>
<p>Pertanyaannya, maukah anda menjadi Suami dan Ayah yang di sayangi oleh anak dan istri? Maukah anda menjadi Guru yang berpengaruh? Maukah anda menjadi pengusaha yang sukses? Dan yang terpenting MAUKAH ANDA MASUK SURGA&#8230;.??? SERTA segala macam kesuksesan lainnya di Dunia dan Akhirat???</p>
<p>Untuk meraih semua itu satu-satunya cara adalah dengan mengimitasi Rasulullah SAW. Bukankah kita muslim? Bukankah kita umat Muhammad? Bukankah kita ingin sukses di dunia dan kelak MASUK SURGA??? Maka satu-satunya jalan dengan mengikuti beliau.</p>
<p>Mengikuti beliau tentu tanpa pilih-pilih sesuai dengan keinginan hawa nafsu, akan tetapi mencontoh beliau dalam segala hal dan dalam semua aspek kehidupan, serta dalam segala aktivitas mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali.</p>
<p>Semua itu tentu saja dengan tujuan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW serta untuk mendapatkan Ridha (kasih sayang) dari Allah SWT.</p>
<p>INGAT!!! Karena seseorang masuk surga bukan karena amalan dan pahala yang telah ia usahakan di dunia, akan tetapi seseorang masuk ke dalam Syurga Allah SWT disebabkan karena Ridha Allah SWT. Dan salah satu cara untuk mendapatkan ridha Allah yakni dengan menegakkan Sunnah-sunnah<sup>***</sup> Rasulullah saw.</p>
<p>Sunnah yang kami maksudkan disini adalah sunnah menurut ahli hadits yaitu, “<strong>apa yang disandarkan kepada Rasulullah Shalallahu ’alaihi wassalam baik berupa ucapan, perbuatan, ketetapan, atau sifat, baik fisik; akhlaq maupun perjalanan hidup, sebelum diangkat menjadi Nabi atau sesudahnya</strong>.” (http://abunamira.wordpress.com/2011/01/19/pengertian-sunnah/)</p>
<p>sumber bacaan:</p>
<p>Anas, Muhammad.2007. Pengantar Psikologi Sosial. Makassar: Badan Penerbit UNM</p>
<p>abuamira.wordpress.com</p>
<p>sumber gambar :</p>
<p>http://blogs.psychcentral.com/therapist-within/2011/03/who-are-you-shining-light-on-your-shadow-side/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anakpapamama.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anakpapamama.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anakpapamama.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anakpapamama.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anakpapamama.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anakpapamama.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anakpapamama.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anakpapamama.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anakpapamama.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anakpapamama.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anakpapamama.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anakpapamama.wordpress.com/762/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anakpapamama.wordpress.com/762/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anakpapamama.wordpress.com/762/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=762&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/12/loe-tiru-gaya-gue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1b1043b0eb6ed944bbd396aef8b206?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anakpapamama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/shadow-self-g-gawne-kelnar.jpg?w=248" medium="image">
			<media:title type="html">shadow-self-G-Gawne-Kelnar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SARIAWAN OH SARIAWAN</title>
		<link>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/05/sariawan-oh-sariawan/</link>
		<comments>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/05/sariawan-oh-sariawan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 13:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amirullah Ibnu Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi sariawan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab sariawan]]></category>
		<category><![CDATA[sariawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakpapamama.wordpress.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan yang satu ini. Hampir setiap orang pernah mengalami yang namanya sariawan, bahkan seorang bayi pun dapat terkena sariawan. Penyakit ini memang tidak tergolong ke dalam kategori penyakit berbahaya, namun jika sampai terkena penyakit ini maka aktivitas apapun yang kita lakukan dapat terganggu atau tidak maksimal hasilnya. Saya pribadi <a href="http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/05/sariawan-oh-sariawan/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=759&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/siwa.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-760" title="siwak untuk membersihikan gigi" src="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/siwa.jpg?w=300&#038;h=180" alt="" width="300" height="180" /></a>Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan yang satu ini. Hampir setiap orang pernah mengalami yang namanya sariawan, bahkan seorang bayi pun dapat terkena sariawan.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyakit ini memang tidak tergolong ke dalam kategori penyakit berbahaya, namun jika sampai terkena penyakit ini maka aktivitas apapun yang kita lakukan dapat terganggu atau tidak maksimal hasilnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya pribadi sudah sangat akrab dengan penyakit ini. Sering sekali ia mampir dan menimpa diriku, terutama dikala aku jarang atau terlambat mandi pagi. Hal ini disebabkan karena saya tergolong pribadi yang memiliki panas tubuh yang cukup tinggi sehingga rawan terkena panas dalam yang mengakibatkan sariawan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sariawan sendiri dapat terjadi akibat virus, bakteri jamur non-infeksi (<a href="http://duniabaca.com/penyebab-sariawan-serta-cara-mengatasinya.html">http://duniabaca.com/penyebab-sariawan-serta-cara-mengatasinya.html</a>).</p>
<p style="text-align:justify;">Jika disimak dengan  lebih seksama, penyebab sariawan muncul akibat tidak terjaganya kesehatan mulut dan gigi, akibatnya virus, bakteri, dan jamur menjangkit dalam mulut, akibatnya terjadilah berbagai macam penyakit mulut salah satunya adalah sariawan.</p>
<p style="text-align:justify;"> TIPS MENGATASI SARIAWAN</p>
<p> Berikut ini ada beberapa tips untuk mengatasi sariawan yang terjadi yang kami kutip dari tipsku.info/ /cara-mengobati-sariawan/#comment-1273</p>
<p>Sariawan merupakan penyakit yang sering terjadi pada masyarakat. Pada umumnya sariawan terjadi karena kekurangan vitamin c pada tubuh, sehingga menyebabkan sariawan. Sebetulnya sariawan bukanlah penyakit yang berbahaya atau bisa menimbulkan kematian. Akan tetapi sariawan dapat membuat si penderita untuk susah makan, minum dan berbicara. Selain itu sariawan akan mengakibatkan rasa sakit dan perih pada tempat adanya penyakit tersebut, bisa di mulut dan bisa juga di lidah.</p>
<p><strong>- Minum yogurt</strong><br />
Yogurt membantu keseimbangan bakteri di mulut dan tubuh. Hal ini akan mempercepat penyembuhan dan membantu mencegah sariawan. Untuk merasakan hasilnya, pastikan yogurt mengandung acidophilus hidup.</p>
<p><strong>- Oleskan luka dengan bawang dan pepaya</strong><br />
Menerapkan langsung obat ke luka sariawan juga dapat mempercepat proses penyembuhan. Gunakan bawang mentah, pepaya atau kantong teh langsung pada luka sariawan.</p>
<p><strong>- Bilas mulut dengan obat tradisional</strong><br />
Bilas mulut dengan salah satu dari beberapa obat tradisional, seperti lidah buaya, ekstrak biji anggur, peroksida hidrogen, jus plum, tea tree oil dan air hangat dengan garam.</p>
<p><strong>- Minum vitamin</strong><br />
Studi menunjukkan sariawan lebih sering terjadi pada orang yang kurang vitamin B. Vitamin C, zat besi dan asam folat juga berperan dalam mencegah dan penyembuhan sariawan.</p>
<p><strong>- Coba baking soda</strong><br />
Campur baking soda dengan air yang dijadikan obat kumur atau pasta untuk melapisi luka sariawan. Baking soda akan membantu menghilangkan bakteri di dalam mulut dan mengurangi rasa sakit.</p>
<p><strong>- Berkumur dengan air garam</strong><br />
Berkumur dengan air hangat yang dicampur garam tiga kali sehari dapat menyembuhkan luka sariawan dengan cepat. Kandungan garam dapat menarik cairan pada luka sariawan sehingga dapat mempercepat penyembuhan.</p>
<p><strong>- jambu Air</strong><br />
Ambil kulit batang jambu air 10 gr (Kulit batang yang masih muda), cuci dan tumbuk halus tambah 1/2 gelas air matang, saring. Gunakan air saringan tersebut untuk kumur.</p>
<p><strong>- Air Kelapa</strong><br />
Ambil air kelapa, jika ada air kelapa hijau. Gunakan untuk kumur dan bisa juga ditelan.</p>
<p><strong>- kopi Bubuk</strong><br />
Ambil sedikit bubuk kopi kemudian oleskan pada bagian yang sariawan, biarkan beberapa menit, kemudian kumurlah dengan air bersih. Hingga sembuh. Insaalah akan sembuh kira-kira 2 – 3 hari.</p>
<p>SEMOGA BERMANFAAT</p>
<p>sumber gambar : http://hendrasyahputra-c.blogspot.com/2011/01/keutamaan-bersiwak.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anakpapamama.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anakpapamama.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anakpapamama.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anakpapamama.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anakpapamama.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anakpapamama.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anakpapamama.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anakpapamama.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anakpapamama.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anakpapamama.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anakpapamama.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anakpapamama.wordpress.com/759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anakpapamama.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anakpapamama.wordpress.com/759/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=759&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakpapamama.wordpress.com/2012/01/05/sariawan-oh-sariawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1b1043b0eb6ed944bbd396aef8b206?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anakpapamama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2012/01/siwa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">siwak untuk membersihikan gigi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UNM Kukuhkan Dua Guru Besar</title>
		<link>http://anakpapamama.wordpress.com/2011/12/29/unm-kukuhkan-dua-guru-besar/</link>
		<comments>http://anakpapamama.wordpress.com/2011/12/29/unm-kukuhkan-dua-guru-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 12:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amirullah Ibnu Amin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Universitas Negeri Makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anakpapamama.wordpress.com/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Dunia kini mengalami krisis kepemimpinan, termasuk Indonesia dan Sulawesi Selatan pada khususnya. Hal ini terjadi sebagai akibat dari pendangkalan terhadap pemahaman masyarakat terhadap akar budaya bangsa yang bersumber dari kearifan lokal setiap etnis. Untuk mengantisipasi krisis kepemimpinan semakin meluas dan mencegah krisis kemanusiaan di Indonesia, diperlukan upaya sistematis dalam merancang peradaban bangsa ke depan melalui <a href="http://anakpapamama.wordpress.com/2011/12/29/unm-kukuhkan-dua-guru-besar/" class="excerpt-more-link">[&#8230;]</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=753&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2011/12/unmq.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-754" title="unmq" src="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2011/12/unmq.jpg?w=228&#038;h=300" alt="" width="228" height="300" /></a>Dunia kini mengalami krisis kepemimpinan, termasuk Indonesia dan Sulawesi Selatan pada khususnya. Hal ini terjadi sebagai akibat dari pendangkalan terhadap pemahaman masyarakat terhadap akar budaya bangsa yang bersumber dari kearifan lokal setiap etnis. Untuk mengantisipasi krisis kepemimpinan semakin meluas dan mencegah krisis kemanusiaan di Indonesia, diperlukan upaya sistematis dalam merancang peradaban bangsa ke depan melalui proses sinkretisme antara konsep kepemimpinan berdasarkan kearifan lokal, konsep kepemimpinan berdasarkan agama dan konsep kepemimpinan modern yang relevan dengan kepribadian bangsa.</p>
<p>Hal ini diutarakan oleh Prof Dr Muhammad Rapi Tang, M.S dalam pengukuhannya menjadi guru besar UNM pada Kamis, (22/12). Lebih Lanjut Prof Dr Muhammad Rapi Tang, M.S menyebutkan jika konsep kepemimpinan berdasarkan anasir budaya manusia Bugis masih berguna dan relevan dijadikan dasar dalam sinkretisme konsep kepemimpinan di masa depan. &#8221; Jika hal ini dilakukan maka pemimpin bangsa dapat terhindar dari krisis idealisme dan KKN yang sangat menyengsarakan masyarakat, &#8221; katanya.</p>
<p>Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra ini mencontohkan beberapa kata kunci dalam lontarak yang sarat makna dan terkait erat dengan kepemimpinan seperti; acca (cendekiawan), lempu (jujur), sitinaja (patut), getteng (teguh), reso (usaha), adelek (adil), dan warani (keberanian). &#8221; Bila para pejabat kita mengimplementasikan kata-kata tersebut dalam menjalankan kepemimpinannya, kondisi bangsa akan jauh lebih baik dari sekarang, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Prof Dr H Amir MPd yang juga dikukuhkan pada saat yang bersamaan menjelaskan tentang penggunaan pusat kerajinan sebagai konteks pembelajaran Seni, Bahasa dan Keterampilan (SBK). Saat ini, menurut Prof Dr H Amir MPd, pembelajaran SBK di sekolah masih bersifat konvensional, yakni pembelajaran SBK dilakukan di kelas dengan media dan sumber pembelajaran apa adanya serta diajarkan oleh guru yang tidak dengan cara profesional &#8220;Padahal untuk mendalami pembelajaran SBK perlu didukung oleh media dan sumber pembelajaran yang memadai serta guru yang memiliki kompetensi dan profesional,&#8221; kata Prof Dr H Amir MPd</p>
<p>Guru Besar PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan ini mengajukan dua konsep model pembelajaran SBK yakni; penggunaan pusat kerajinan sebagai sumber pembelajaran dan penggunaan guru tamu (pengrajin) sebagai fasilitator pembelajaran SBK di sekolah &#8220;Kedua model ini merupakan konsep pendekatan pembelajaran yang menghadirkan siswa di dunia nyata dan menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh, &#8221; ucapnya.</p>
<p>Sementara itu Rektor UNM Prof Dr Arismunadar MPd dalam sambutannya mengatakan kedua guru besar yang dikukuhkan hari ini memiliki konsep yang semestinya diterapkan saat ini. &#8221; Kami berharap konsep ini dapat dikembangkan dan seyogyanya dapat diterapkan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>sumber : http://unm.ac.id</p>
<p>gambar : http://www.clipartillustration.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anakpapamama.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anakpapamama.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anakpapamama.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anakpapamama.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anakpapamama.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anakpapamama.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anakpapamama.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anakpapamama.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anakpapamama.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anakpapamama.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anakpapamama.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anakpapamama.wordpress.com/753/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anakpapamama.wordpress.com/753/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anakpapamama.wordpress.com/753/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anakpapamama.wordpress.com&amp;blog=22444650&amp;post=753&amp;subd=anakpapamama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anakpapamama.wordpress.com/2011/12/29/unm-kukuhkan-dua-guru-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e1b1043b0eb6ed944bbd396aef8b206?s=96&#38;d=retro&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">anakpapamama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anakpapamama.files.wordpress.com/2011/12/unmq.jpg?w=228" medium="image">
			<media:title type="html">unmq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
